Hati-hati Dalam Memilih Platform Pinjaman Online

Pinjaman online merupakan solusi bagi sebagian orang untuk mendapatkan dana cepat dan mudah karena tanpa menggunakan jaminan. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang terjebak dengan platform pinjaman online ilegal. 

Masalah yang timbul akibat pinjaman online ilegal pun sangat beragam. Mulai dari pencurian data pribadi yang diperjual belikan hingga kasus bunuh diri akibat intimidasi yang dilakukan oleh debt collector

Nah, agar sobat singa tidak terjebak dengan pinjaman online ilegal berikut 7 hal yang harus diperhatikan :

  1. Cek legalitas izin perusahaan

Hal pertama yang harus kamu lihat dari perusahaan pinjaman online adalah legalitas perusahaan. Apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak?  

Kamu bisa mengecek status izin pinjaman online melalui website resmi OJK atau hubungi Kontak OJK 157 melalui telepon, atau WhatsApp di 081 157 157 157

  1. Jangan Buka Link Sembarangan

Jangan pernah mengklik link download dari email, sms atau whatsapp yang dikirim oleh nomor tidak dikenal. Biasanya aplikasi pinjaman online ilegal tidak ada di toko aplikasi resmi seperti Google Playstore, sehingga harus di download melalui APK yang bisa saja di dalamnya sudah disusupi oleh malware berbahaya.

  1. Fintech Legal Hanya Boleh Mengakses CAMILAN

Berdasarkan ketentuan OJK, fintech legal hanya boleh mengakses CAMILAN (Camera, Microfon, dan Location) sedangkan fintech ilegal bisa mengakses semua data dan kontak yang ada di smartphone kamu yang nantinya digunakan untuk meneror dan mengintimidasi para peminjam saat mereka gagal bayar. 

  1. Bunga dan Biaya Sangat Tinggi

Jangan tergiur dengan iming-iming bunga rendah dan bebas biaya yang ditawarkan oleh pinjaman online ilegal. Biasanya mereka akan menetapkan bunga harian yang jumlahnya 1-4%, dimana kalau dikalikan selama satu bulan jumlahnya akan membengkak di kemudian hari apabila tidak segera dibayarkan.

  1. Jangka Waktu Tidak Sesuai

Selain bunga yang tinggi, fintech illegal memiliki jangka waktu yang singkat bahkan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. 

  1. Tidak ada Layanan Customer Service

Pinjaman online ilegal biasanya tidak memiliki layanan customer service yang dapat dihubungi untuk para nasabahnya. Bahkan, mereka tidak menggunakan alamat kantor dengan jelas sehingga tidak dapat didatangi nasabah.

Mulai sekarang, yuk hati-hati dalam memilih platform pinjaman online. Pilihlah platform pinjaman online yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK seperti SingaID.

Untuk download aplikasinya kamu bisa Unduh Aplikasi disini

5 Hal Penting Sebelum Mempersiapkan Dana Darurat

Tahukan Sobat Singa? Dana darurat merupakan dana terpisah yang tak boleh kita lupa sisihkan tiap bulan dari penghasilan kita. 

Sebab dana ini, akan dipergunakan untuk keadaan yang benar-benar darurat seperti sakit,  pemutusan hubungan kerja (PHK), bencana alam atau musibah lainnya diluar kendali kita.

Namun sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk memiliki dana darurat masih sangat rendah.

Berdasarkan survei yang dikeluarkan Nielsen, hanya 16 persen responden yang memilikinya. Sedangkan survei yang dilakukan Lifepal mengungkap 90,7 persen orang Indonesia tidak memiliki dana darurat.

Coba bayangkan bagaimana jadinya jika kamu dalam keadaan darurat tapi tidak ada tabungan sama sekali. Pasti akan bingung bukan ?

Nah, agar tidak bingung untuk mempersiapkan dana darurat. Berikut 5 langkah yang harus kamu lakukan :

  1. Hitung besaran pengeluaran rutin dan wajib tiap bulan

Jumlah menabung ideal untuk dana darurat bagi setiap orang berbeda-beda. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung pengeluaran rutin yang wajib yang harus dibayarkan setiap bulan. 

Lalu, apakah cash flow atau arus kas kamu setiap bulan positif (ada sisa) atau tidak ? 

  1. Kebutuhan Setiap Orang Berbeda 

Setelah  mengetahui cash flow, coba cek kembali adakah tanggungan yang harus kamu tanggung setiap bulan?

Bagi kamu yang single, kamu bisa menyiapkan kira-kira 3 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin.

Sedangkan bagi  yang sudah berkeluarga, dengan dua tanggungan bisa menyiapkan 6 hingga 9 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin bulanan. 

Ingat semakin banyak yang kamu tanggung, semakin besar dana darurat yang harus kamu persiapan.

  1. Jika Memiliki Hutang

Coba cek kembali apakah kamu memiliki hutang ? Jika kamu memilki hutang konsumtif, sebaiknya harus dilunasi terlebih dahulu.

Sedangkan, jika kamu memiliki hutang yang bersifat produktif pastikan jumlahnya tidak lebih dari 30 persen penghasilan kamu.

  1. Simpan Secara Terpisah

Buatlah tabungan secara terpisah yang di khususkan untuk menyimpan dana darurat. Jika ingin menyimpan sebagian dana darurat dalam bentuk investasi pastikan produk investasi yang kamu gunakan bersifat likuid, mudah diakses dan aman.

Beberapa instrumen investasi yang cocok untuk menyimpan dana darurat seperti reksadana pasar uang, deposito dan emas. 

  1. Ajukan Pinjaman untuk dana darurat 

Jika ingin mengajukan pinjaman untuk  meminjam secara online, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk membayar dan gunakan dana tersebut sebaik-baiknya memang untuk kebutuhan darurat bukan kebutuhan konsumtif semata.

Untuk meminjam secara online, kamu bisa pilih tenor yang tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu panjang misalnya 60-90 hari sehingga kamu masih memiliki jeda untuk menyelesaikan pinjaman tanpa harus mengganggu cashflow. 

Pastikan juga pinjaman online yang kamu gunakan sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sebab dana ini, akan dipergunakan untuk keadaan yang benar-benar darurat seperti sakit,  pemutusan hubungan kerja (PHK), bencana alam atau musibah lainnya diluar kendali kita.

Namun sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk memiliki dana darurat masih sangat rendah.

Berdasarkan survei yang dikeluarkan Nielsen, hanya 16 persen responden yang memilikinya. Sedangkan survei yang dilakukan Lifepal mengungkap 90,7 persen orang Indonesia tidak memiliki dana darurat.

Coba bayangkan bagaimana jadinya jika kamu dalam keadaan darurat tapi tidak ada tabungan sama sekali. Pasti akan bingung bukan ?

Nah, agar tidak bingung untuk mempersiapkan dana darurat. Berikut 5 langkah yang harus kamu lakukan :

  1. Hitung besaran pengeluaran rutin dan wajib tiap bulan

Jumlah menabung ideal untuk dana darurat bagi setiap orang berbeda-beda. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung pengeluaran rutin yang wajib yang harus dibayarkan setiap bulan. 

Lalu, apakah cash flow atau arus kas kamu setiap bulan positif (ada sisa) atau tidak ? 

  1. Kebutuhan Setiap Orang Berbeda 

Setelah  mengetahui cash flow, coba cek kembali adakah tanggungan yang harus kamu tanggung setiap bulan?

Bagi kamu yang single, kamu bisa menyiapkan kira-kira 3 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin.

Sedangkan bagi  yang sudah berkeluarga, dengan dua tanggungan bisa menyiapkan 6 hingga 9 bulan pendapatan atau pengeluaran rutin bulanan. 

Ingat semakin banyak yang kamu tanggung, semakin besar dana darurat yang harus kamu persiapan.

  1. Jika Memiliki Hutang

Coba cek kembali apakah kamu memiliki hutang ? Jika kamu memilki hutang konsumtif, sebaiknya harus dilunasi terlebih dahulu.

Sedangkan, jika kamu memiliki hutang yang bersifat produktif pastikan jumlahnya tidak lebih dari 30 persen penghasilan kamu.

  1. Simpan Secara Terpisah

Buatlah tabungan secara terpisah yang di khususkan untuk menyimpan dana darurat. Jika ingin menyimpan sebagian dana darurat dalam bentuk investasi pastikan produk investasi yang kamu gunakan bersifat likuid, mudah diakses dan aman.

Beberapa instrumen investasi yang cocok untuk menyimpan dana darurat seperti reksadana pasar uang, deposito dan emas. 

  1. Ajukan Pinjaman untuk dana darurat 

Jika ingin mengajukan pinjaman untuk  meminjam secara online, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk membayar dan gunakan dana tersebut sebaik-baiknya memang untuk kebutuhan darurat bukan kebutuhan konsumtif semata.

Untuk meminjam secara online, kamu bisa pilih tenor yang tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu panjang misalnya 60-90 hari sehingga kamu masih memiliki jeda untuk menyelesaikan pinjaman tanpa harus mengganggu cashflow. 

Pastikan juga pinjaman online yang kamu gunakan sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

7 Tips Aman Cegah Kejahatan Phishing

Era digital  memberikan banyak kemudahan mulai dari memesan ojek, memesan makanan, hingga pengajuan pinjaman dilakukan secara online melalui mobile aplikasi.

Kemudahan-kemudahan tersebut, sayangnya juga memiliki celah yang dimanfaat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Modus penipuan online yang sering terjadi adalah phishing yakni pencurian data seperti data pribadi (nama, alamat, nomor telepon), pencurian akun (username dan password) dan data finansial (bank, kartu kredit, akun pinjaman online).

Kata Phishing sendiri berasal dari bahasa Inggris yakni fishing yang artinya memancing. 

Ketika data-data penting kamu sudah di dapat, biasanya oknum penipu akan membobol akun yang terhubung dengan sumber dana seperti akun dompet digital, kartu kredit, hingga akun pinjaman online.

Agar terhindar dari kejahatan Phishing, berikut tips aman yang harus kamu perhatikan :

#1 Jangan pernah memberikan password dan kode OTP kepada siapapun

Jaga baik-baik kerahasiaan data kamu terutama password dan kode one time password (OTP). Password dan OTP Ibarat kunci brankas, tidak boleh diberikan kepada siapapun. 

Pihak penyedia aplikasi dan customer service pun tidak pernah menanyakan password dan OTP kepada pelanggan. Jika ada yang meminta, bisa dipastikan itu oknum yang ingin mengambil alih akun kamu.

#2 Setelah membuka paket robek label yang menempelkan data pribadi

Apakah kamu sering berbelanja online ? Mulai sekarang yuk hati-hati dengan label alamat yang tertera di paket kiriman kamu. Sebelum membuat bungkus paket, sobek dan hancurkan terlebih dahulu agar data kamu tidak dipergunakan oleh orang lain.

#3 Jangan pernah upload foto KTP dan dokumen pribadi di media sosial

Bila kamu gemar bermedia sosial dan sering meng-upload berbagai momen apapun. Mulai sekarang bijaklah dalam mengupload konten ke media sosial jangan pernah mengupload KTP atau dokumen pribadi yang  memiliki nomor administratif seperti KTP, kartu BPJS hingga sertifikat vaksin.

Jika ingin mengupload KTP untuk kebutuhan verifikasi, jangan lupa buat watermark agar KTP kamu tidak dipergunakan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

#4 Hati-hati jika ditawarkan bantuan melalui pesan di media sosial

Sering mendapatkan pesan di media sosial sehabis like atau comment akun bisnis atau brand ? Mulai sekarang, coba perhatikan apakah akun tersebut memang akun asli (ber-centang biru) atau akun tiruan yang dibuat sama persis untuk mengecoh kamu.

Jika memang membutuhkan bantuan lebih lanjut, ada baiknya kamu langsung menghubungi nomor customer service resmi.

#5 Jangan cepat tergiur dengan harga murah dibawah pasaran

Jangan pernah tergiur dengan harga murah dibawah pasaran ketika hendak berbelanja online. Pastikan kamu hanya membeli barang dari seller terpercaya, atau agar lebih aman pastikan seller yang kamu temukan memiliki toko di marketplace-marketplace terkemuka. 

Sehingga jika terjadi sesuatu atas barang yang dibeli ada garansi uang kembali atau barang bisa di retur.

#6  Hati-hati dengan website palsu

Saat ini penipu online semakin canggih, jika dahulu oknumnya hanya sebatas membuat akun media sosial palsu untuk menjerat korban. Saat ini website duplikat dengan alamat mirip juga marak terjadi.

Website duplikat atau abal-abal biasanya akan meminta calon korban untuk mengisi data pribadi, password dan lainnya sehingga akun asli kamu dapat dibobol dengan mudah.

Pastikan website yang kamu buka adalah website resmi dan terpercaya. Jika menemukan website dengan alamat mencurigakan kamu bisa cek terlebih dahulu di who.is

#7 Hati-hati dengan nomor VA asli tapi palsu

Tahukah kamu nomor virtual akun bank saat ini dapat di generate tanpa harus membuka rekening giro ke Bank? Beberapa layanan pihak ketiga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Mereka memanfaatkan pembuatan VA melalui pihak ketiga seperti marketplace atau dompet digital yang jika dilihat dengan seksama nomor VA tersebut sebenarnya berupa kode perusahaan pihak ketiga dan nomor handphone penipu yang terdaftar dibelakangnya.

Jika kamu ingin melakukan transaksi online dan ingin transfer sejumlah uang ke rekening yang baru dikenal. Kamu bisa mengecek rekening tersebut terlebih dahulu di https://cekrekening.id/  (situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia)

#7 Melaporkan Tindak Kejahatan Phishing

Jika kamu menemukan tindak kejahatan Phishing, konten negatif, atau website berbahaya kamu bisa melaporkannya ke :

Lapor.go.id, Patrolisiber.id, aduankonten.id , safebrowsing.google.com/safebrowsing/report_phish/

Namun, bila sudah terlanjur menjadi korban penipuan yang menyebabkan kerugian material (uang). Segera kumpulkan bukti dan buat laporan ke Kepolisian setempat untuk segera ditindaklanjuti.

Kena Pemutusan Hubungan Kerja ? Berikut 5 Ide Bisnis Hanya Bermodal Smartphone

Pandemi memang membawa dampak bagi banyak orang, tak terkecuali kaum muda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada kelompok usia muda pada rentang usia 20-24 tahun sebesar 17,66 persen pada Februari 2021, meningkat 3,36 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 14,3 persen.

Sedangkan data yang dihimpun dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hingga Agustus 2021 jumlah tenaga kerja yang sudah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tercatat mencapai 538.305 orang.

Bagi karyawan, PHK sangat  berdampak bagi perekonomian karyawan namun kebutuhan dan kehidupan  harus tetap berjalan.  

Untungnya di era digital ada banyak cara untuk menghasilkan uang secara online bahkan banyak bisnis yang bisa dijalankan secara online.

 Berikut 5 ide bisnis yang bisa kamu lirik hanya bermodal smartphone  :

#1 Menjadi Reseller atau Dropshipper
Online Shop

Coba lihat keranjang belanja kamu di marketplace atau e-commerce, barang apa yang paling sering kamu beli? 

Masa pandemi banyak brand atau supplier yang membuka peluang bagi kamu yang ingin menjadi reseller atau bahkan kamu bisa mencoba menjadi dropshipper terlebih dahulu, sehingga tidak perlu stok barang terlebih dahulu.

Beberapa produk yang bisa kamu lirik seperti kosmetik, fashion, dan f&B karena ketiga jenis produk ini memiliki perputaran yang cepat.

#2 Menjadi Influencer Marketing

Beruntung buat kamu yang memiliki banyak pengikut di media sosial. Namun jangan khawatir, saat ini banyak brand yang juga melirik nano influencer yakni mereka yang memiliki follower social media di rentang 1000-10.000 (dibawah 10.000)

Kamu bisa mendaftar di beberapa platform marketplace khusus influencer, agency, ataupun bergabung di komunitas tertentu.

#3 Menjadi Content Creator 

Di era digital siapa saja bisa menjadi content creator. Dengan bermodal smartphone dan kuota internet kamu bisa merekam dan mengedit video lalu mengunggahnya keberbagai platform seperti Youtube dan Tiktok. Untuk mendapatkan penghasilan dari content creator kamu bisa mengandalkan adsense ataupun paid promote.

#4 Jasa Admin Media Sosial

Kamu senang bermain media sosial seperti instagram, twitter, facebook dan lainnya? Kamu bisa coba membuka jasa admin media sosial untuk menghandle usaha kecil dan menengah atau UMKM dan brand.

#5 Copywriting atau Penulis Lepas

Senang menulis di blog atau media sosial dengan berbagai topik? Pekerjaan copywriting atau penulis lepas bisa menjadi pilihan. Kamu bisa menjual jasa copy writing di berbagai website marketplace freelancer atau mengirimkan karya tulisan kamu ke beberapa media online.

#6 Menjadi Pembicara Webinar atau Kelas Online

Buat kamu yang sudah lama bekerja di salah satu bidang profesi atau industri tertentu. Pengalaman dan ilmu yang kamu dapat pastinya sangat berguna bagi orang lain dan di masa pandemi banyak sekali orang-orang yang ingin menambah ilmu dari kelas online atau webinar. 

Kamu bisa coba membuka kelas online, dengan bermodal aplikasi zoom atau google meet. Untuk perkenalan coba adakan 1 kali seminar gratis (free trial) dan versi berbayar untuk kelas lanjutan.

6 Tips Aman Memilih Platform Pinjaman Online

Pinjaman online merupakan solusi alternatif  bagi kamu yang  membutuhkan dana cepat, dengan persyaratan lebih mudah dibanding lembaga pembiayaan konvensional. Sebab pinjaman online sendiri sudah berbasis teknologi yang proses administrasinya secara elektronik tanpa perlu kamu datang ke kantor cabang.

Namun sayangnya, kehadiran pinjaman online ilegal membuat masyarakat resah karena masalah-masalah yang timbul seperti penyalahgunaan data pribadi, bunga yang tinggi, hingga tenor yang tidak sesuai kesepakatan yang dijanjikan.

Nah, jika kamu ingin meminjam di platform pinjaman online. Berikut tips aman untuk meminjam di pinjaman online:

  1. Pastikan Sudah Resmi Berizin dan Diawasi Oleh OJK

Pertama yang harus kamu lihat adalah apakah platform pinjaman tersebut sudah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mengecek status legalitas pinjaman online di situs resmi OJK atau hubungi KONTAK 157.

  1. Pastikan Bunganya Terjangkau

Pinjaman online ilegal biasanya memiliki bunga yang tinggi dan tidak sesuai dengan ketentuan OJK. Untuk itu, kamu harus berhati-hati sebelum meminjam pastikan bunganya terjangkau sehingga tidak memberatkan kamu di kemudian hari.

  1. Pinjam Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Pinjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar. Sebaiknya gunakan pinjamanuntuk kebutuhan produktif seperti tambahan modal usaha, perbaikan kendaraan bermotor ataupun kebutuhan mendesak lainnya dibanding hanya untuk kebutuhan konsumtif.

Sedangkan, besar pinjaman atau cicilan  baiknya tidak melebihi 30 persen dari penghasilan kamu, agar tidak mengganggu cash flow dan gagal bayar.

  1. Membayar Tagihan Tepat Waktu

Setelah meminjam, kamu harus mengetahui kewajiban yakni membayar tagihan tepat waktu. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kredit score, meningkatkan limit pinjaman serta membuat kamu terhindar dari denda keterlambatan.

  1. Selalu Menjaga Kerahasiaan password dan kode OTP

Ingat jaga selalu kerahasiaan data pribadi seperti password dan kode one time password (OTP) agar akun kamu tidak disalahgunakan oleh orang lain.  

Customer service maupun pihak penyedia platform pinjaman online maupun aplikasi lainnya tidak akan pernah meminta password atau kode OTP kamu.

  1. Hanya Mendownload Resmi di Toko Aplikasi 

Agar terhindar dari bahaya malware, penyalahgunaan data dan lainnya yang tidak diinginkan. Kamu harus mendownload aplikasi pinjaman online hanya di toko aplikasi resmi seperti Google Playstore, ataupun toko aplikasi resmi yang disediakan oleh smartphone kamu.

Kamu bisa mendownload SingaID Pinjaman online yang aman, cepat dan terpercaya serta sudah berizin dan diawasi oleh OJK disini

Create your website with WordPress.com
Get started