5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Ingin Memulai Bisnis Kedai Kopi

Selain menjadi tren, kopi saat ini sudah menjadi ke butuhan (need) bagi masyarakat Indonesia. Bila dilihat dari data International Coffee Organization (ICO), jumlah konsumsi kopi domestik telah mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.

Pada periode 2020, jumlah konsumsi kopi domestik mencapai mencapai 294.000 ton atau naik 13,9% dibandingkan tahun 2019 sebesar 258.000 ton.

Pada 2021 jumlah konsumsi kopi diprediksi akan mencapai 379.000 ton. Melihat tingginya peminat kopi di Indonesia, hal ini membuka peluang yang sangat baik bagi kamu yang ingin memulai bisnis kedai kopi.

Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum memulai bisnis kedai kopi :

#1 Menntukan Pangsa Pasar

Pertama, kamu bisa menentukan konsep kedai kopi seperti apa yang ingin kamu ambil. Untuk target anak muda kamu bisa memilih kemasan, varian dan nama produk yang unik atau relate dengan kehidupan keseharian mereka. 

#2 Harga kopi yang semakin terjangkau

Untuk kopi kekinian memiliki harga relatif terjangkau sekitar belasan ribu untuk satu gelas. Dengan harga tersebut, intensitas masyarakat untuk membeli kopi setiap hari menjadi lebih besar ditambah saat pandemi seperti sekarang, orang-orang yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) lebih sering memesan melalui ojek online.

#3 Membangun Merek Sendiri atau Membeli Franchise

Keuntungan membeli franchise mereka sudah memiliki nama, manajemen dan jaringan yang cukup luas. Sehingga kamu tidak perlu pusing untuk memulai semuanya dari awal.

Sedangkan, jika membangun merek sendiri kamu harus siap membangun sistem, melakukan trial and error, hingga riset produk sebelum menemukan komposisi rasa yang pas. 

 #4 Memilih Biji Kopi Roasting atau Non-Roasting

Memilih biji kopi juga menjadi faktor yang tak kalah penting. Sebab berhubungan dengan cita rasa yang dihasilkan. Banyak karakter kopi Indonesia yang sangat unik yang bisa kamu gunakan. Namun, sebelum menentukan biji kopi pilihan coba tentukan apakah kamu ingin gunakan biji kopi yang  sudah diroasting atau non-roasting?

Jika menggunakan biji kopi non roasting, kamu harus melakukan roasting sendiri. Meski lebih rumit dan membutuhkan biaya ekstra kamudapat mengontrol rasa dan kualitas kopi yang dihasilkan.

Sedangkan  jika menggunakan kopi roasting, kamu tinggal menerima beres. Namun tidak dapat mengontrol langsung rasa dan kualitasnya.

#5 Mendapatkan Modal Usaha Dengan Cepat dan Mudah Melalui Aplikasi Pinjaman Online Singa.id

Untuk mendapatkan modal usaha memang ada beberapa cara yang bisa kamu pilih. Mulai dari perbankan hingga fintech pinjaman online terpercaya yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK seperti SingaID

Dengan limit pinjaman hingga 8 juta dan tenor hingga 90 hari, kamu bisa mengajukan pinjaman dengan mudah hanya dengan mengisi data diri dengan lengkap, KTP dan tunggu verifikasi dari tim Singa.id. Setelah pengajuan pinjaman disetujui, dana akan dicairkan ke rekening kamu yang terdaftar pada aplikasi.

Buruan download aplikasi pinjaman online Singa.id di Google Playstore sekarang.

Tanpa Sadar, 6 Pengeluaran ini  Bikin Keuangan Kamu Bocor Halus

Tak dipungkiri, semakin besar gaji atau penghasilan maka semakin besar kebutuhan dan gaya hidup yang kita miliki. Ibarat bocor halus pada ban, begitu juga dengan pengeluaran. 

Tanpa sadar, saldo di rekening tahu-tahu habis begitu saja. Sebenarnya, apa saja pengeluaran yang menyebabkan terjadinya bocor halus? Yuk simak daftarnya berikut ini :

#1 Kopi Susu Kekinian

Selain menjadi gaya hidup, kopi saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. Ditambah menjamurnya kedai kopi yang menjual kopi susu gula aren dengan harga belasan ribu membuat banyak orang lebih sering memesan kopi.

Berdasarkan survei yang dilakukan IDN Times kepada 386 responden. Sebanyak 45,3 persen kaum muda di rentang usia <18 hingga >28 tahun menyisihkan budget untuk membeli kopi susu sekitar Rp51-150 ribu.

Coba bayangkan, jika pengeluaran ini kamu sisihkan. Kamu bisa mengumpulkan Rp612ribu – 1,8 juta dalam satu tahun.

#2 Delivery Makanan Online

Berkat aplikasi ojek online, saat ini kita dipermudah untuk memesan makanan secara online. Belum lagi promo-promo menarik yang sayang untuk dilewatkan. 

Seperti dilansir dari Katadata.com, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia terhadap 4.199 orang pada September 2020. Sebanyak 97% responden melakukan pengeluaran rutin untuk membeli makanan melalui layanan pesan antar dan angkanya mencapai Rp 1,5 juta perbulan.

#3 “Racun” Skincare 

Bagi kaum wanita, kecantikan sangatlah penting untuk menunjang penampilan. Belum lagi standar kecantikan yang ditampilkan di media sosial dan pemasaran produk oleh beauty influencer atau sering disebut “Racun Skincare” berpengaruh cukup besar.

Berdasarkan pemaparan ZAP Beauty Index 2021. Secara keseluruhan wanita Indonesia dari berbagai generasi menggunakan 3 jenis produk skincare. Sebesar 57,1 persen responden membeli produk skincare secara online melalui situs e-commerce. 

Coba hitung berapa produk skincare yang kamu gunakan, berapa harganya? Jika rata-rata harga skincare yang kamu gunakan sekitar 50ribu-100ribu, untuk menggunakan tiga produk sudah mencapai sekitar 150ribu-300ribu.

#4 Kebiasaan Belanja Online Semakin Tinggi

Tahukah kamu? Berdasarkan survei yang dilakukan The Trade Desk seperti dilansir Kompas.com selama festival belanja online seperti 10.10, 11.11.

“8 dari 10 konsumen Indonesia berbelanja online satu kali setiap bulannya”. 

Coba cek berapa kali dalam bulan ini kamu melakukan belanja online? Apakah barang yang kamu beli merupakan kebutuhan atau hanya keinginan?

Yuk mulai sekarang kurangi pengeluaran berbelanja secara impulsif. Belilah barang-barang yang benar-benar kamu butuhkan terlebih dahulu.

#5 Langganan Layanan Streaming 

Saat ini banyak layanan streaming yang cukup seru untuk menonton film dan drama Korea seperti Netflix, Viu, Disney Plus dan lainnya. Coba cek pada smartphone kamu berapa layanan streaming untuk film yang kamu upgrade ke akun premium?

Meski harga berlangganan film pada aplikasi premium saat ini semakin terjangkau. Akan sayang jika kamu tidak maksimal menggunakannya.

Coba cek kembali, aplikasi mana yang benar-benar kamu gunakan?

#6 Cuma Jadi Donatur di Tempat Gym

Untuk berlangganan fitness di mega gym atau boutique gym di kota-kota besar biayanya berkisar Rp400-900ribuan setiap bulan. Belum lagi jika kamu harus terikat kontrak dengan sistem pembayaran auto debet.

Coba hitung berapa kali dalam seminggu kamu pergi ke tempat gym? Jangan sampai kamu cuma menjadi donatur di tempat gym ya!

104 daftar Fintech yang Berizin OJK per 25 Oktober 2021

Sobat Singa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu menghimbau masyarakat untuk menggunakan fintech lending yang sudah terdaftar/berizin dan diawasi oleh OJK.

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang terjebak dengan pinjaman online ilegal karena iming-iming kemudahan proses pinjaman yang cepat.

Bila kamu menerima pesan penawaran dari pinjaman online, cara termudah untuk mengecek status izinnya dengan cara menghubungi  Kontak OJK 157 di nomor telepon 157 atau Whatsapp 081 157 157 157.

Hingga 25 Oktober 2021, ada 104 fintech lending  yang statusnya sudah berizin resmi OJK dan berikut daftarnya:

1. Danamas 

2. investree 

3. amartha 

4. DOMPET Kilat 

5. KIMO 

6. TOKO MODAL 

7. UANGTEMAN 

8. modalku 

9. KTA KILAT 

10. Kredit Pintar 

11. Maucash 

12. Finmas 

13. KlikACC 

14. Akseleran 

15. Ammana.id 

16. PinjamanGO 

17. KoinP2P 

18. pohondana 

19. MEKAR 

20. AdaKami 

21. ESTA KAPITAL FINTEK 

22. KREDITPRO 

23. FINTAG 

24. RUPIAH CEPAT 

25. CROWDO 

26. Indodana indodana.id 

27. JULO 

28. Pinjamwinwin 

29. DanaRupiah 

30. Taralite 

31. Pinjam Modal 

32. ALAMI 

33. AwanTunai 

34. Danakini 

35. Singa 

36. DANAMERDEKA 

37. EASYCASH 

38. PINJAM YUK 

39. FinPlus 

40. UangMe 

41. PinjamDuit 

42. DANA SYARIAH 

43. BATUMBU 

44. Cashcepat 

45. klikUMKM 

46. Pinjam Gampang 

47. cicil 

48. lumbungdana 

49. 360 KREDI 

50. Dhanapala 

51. Kredinesia 

52. Pintek 

53. ModalRakyat 

54. SOLUSIKU 

55. Cairin 

56. TrustIQ 

57. KLIK KAMI 

58. Duha SYARIAH 

59. Invoila 

60. Sanders One Stop Solution 

61. DanaBagus 

62. UKU 

63. KREDITO 

64. AdaPundi 

65. Lentera Dana Nusantara 

66. Modal Nasional 

67. Komunal 

68. Restock.ID 

69. TaniFund 

70. Ringan 

71. Avantee 

72. Gradana 

73. Danacita 

74. IKI Modal 

75. Ivoji 

76. Indofund.id 

77. iGrow 

78. Danai.id 

79. DUMI 

80. LAHAN SIKAM 

82. KrediFazz 

83. Doeku 

84. Aktivaku 

85. Danain 

86. Indosaku 

87. Jembatan Emas 

88. EDUFUND 

89. GandengTangan 

90. PAPITUPI SYARIAH 

91. BantuSaku 

92. danabijak 

93. Danafix 

94. AdaModal 

95. SamaKita 

96. KawanCicil 

97. CROWDE 

98. KlikCair 

99. ETHIS 

100. SAMIR 

101. UATAS 

102. Cashwagon 

103. Findaya 

104. Asetku 

6  Langkah Mudah Untuk UMKM Go Digital

Tren digital dan teknologi saat ini semakin berkembang, banyak teknologi yang memudahkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  untuk mengembankan bisnisnya secara digital.

Melansir dari beritasatu.com hingga Oktober 2021, ada sebanyak 15.9 juta pelaku UMKM dari 65 juta yang melakukan digitalisasi.  Bahkan Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM untuk digitalisasi hingga 2024.

Bagi Sobat pelaku UMKM yang ingin melakukan digitalisasi. Yuk simak 6 langkah mudah berikut ini :

#1 Membuat Analisis SWOT

Coba Buatlah analisis SWOT sederhana mengenai bisnis kamu yang terdiri  Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). 

Jika sudah mengetahui kelemahan dan juga ancaman apa saja yang ada pada bisnis kamu. Cobalah cari solusi akan ancaman dan kelemahan tersebut, sambil melakukan inovasi dan melihat peluang baru yang bisa kamu lakukan.

#2  Menentukan Identitas Brand 

Sesudah melakukan analis swot, kamu bisa menentukan identitas brand yang kamu miliki ingin dikenal sebagai apa ? Contohnya jika kamu menjual permen kopi maka kamu harus menentukan ingin dikenal sebagai permen atau kopi?

Setelah memiliki identitas yang autentik, kamu harus melakukan konsistensi yang responsif, memiliki strategi yang kuat dan menonjolkan keunikan dari produk atau jasa yang kamu tawarkan.

#3 Menentukan Target Market yang Lebih Spesifik 

Setelah mengetahui brand DNA atau identitas merek yang kamu miliki, maka kamu bisa menentukan target market yang lebih spesifik. Jika diibaratkan sebagai seorang tokoh terkenal, siapa kira-kira orang yang tepat mewakilkan brand yang kamu miliki?

Kemudian riset tokoh tersebut secara mendetail, misalnya brand kamu terwakilkan oleh Dian Sastrowardoyo yang merupakan seorang wanita, pemain film Ada Apa Dengan Cinta, berkeluarga, lulusan s2 Universitas Indonesia dan lainnya.

Setelah dijabarkan secara detail dan spesifik, kamu bisa melakukan percobaan dengan memasukan hasil riset ke dalam target audience yang ada di social media ads. seperti facebook dan lihatlah seberapa banyak jumlah orang yang bisa dijangkau.

#4 Memasarkan Produk Secara Online 

Bagi kamu yang baru memulai usaha dan memiliki dana terbatas untuk promosi, namun ingin memasarkan produk secara online. Kamu bisa mencoba menggunakan facebook ads atau instagram ads, bahkan kamu bisa memasang iklan mulai dari puluhan ribu.

#5 Menggandeng Influencer atau Key Opinion Leader (KOL)

Selain beriklan, kamu juga bisa menggandeng influencer ataupun Key Opinion leader (KOL). Biasanya seorang influencer memiliki audience yang cukup spesifik dan loyal serta seorang influencer memiliki story telling yang menarik untuk mempromosikan produk secara soft selling.

#6 Mencari Pinjaman Untuk Modal Tambahan 

Buat kamu yang bingung mencari modal tambahan, kamu bisa mencoba pinjaman yang aman, cepat dan terpercaya seperti pinjaman online SingaID. Kamu bisa mengunduhnya melalui Google Play Store, melakukan registrasi dan mengajukan limit pinjaman hingga Rp4 juta dengan tenor hingga 60 hari.

Untuk informasi lebih lanjut bisa download segera aplikasinya disini

Tips Mengatur Keuangan Untuk Keluarga Baru

Mengatur keuangan bukanlah perkara mudah, apalagi bagi kamu yang baru menikah. Kebutuhan yang biasa kamu keluarkan untuk seorang diri, sekarang harus memikirkan pengeluaran bersama untuk keberlangsungan rumah tangga.

Agar tidak terjadi defisit keuangan, diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar kebutuhan harian dan juga kebutuhan di masa depan dapat terpenuhi dengan baik.

Berikut 7 tips keuangan untuk keluarga baru yang bisa kamu terapkan :

#1 Menghitung jumlah income 

Pertama kamu harus menghitung jumlah pendapatan bulanan yang didapat baik dari gaji ataupun usaha yang kamu jalankan. Jumlah ini nantinya, sangat penting untuk menetapkan anggaran pengeluaran dan mengalokasikan pos-pos anggaran.

#2 Buat skala prioritas

Saat berkeluarga pastinya pengeluaran kamu akan bertambah. Untuk itu cobalah buat skala prioritas dengan memisahkan kebutuhan dan keinginan.

Kebutuhan merupakan hal yang harus segera dipenuhi atau harus dilakukan karena mempengaruhi keberlangsungan hidup misalnya makan dan minum. Sedangkan keinginan merupakan harapan yang tidak harus segera dipenuhi atau bisa ditunda misalnya traveling dan hiburan.

Jika kamu sudah mengetahui dan memisahkan keduanya, maka akan memudahkan kamu untuk menentukan anggaran.

#3 Membuat Anggaran

Selanjutnya kamu harus membuat anggaran karena ini akan memudahkan kamu dan pasangan untuk memonitor pengeluaran keluarga.

Cara paling mudah kamu bisa mencatat total pemasukan dan pengeluaran mulai dari pengeluaran harian hingga pengeluaran bulanan.

Setelah itu, kelompokan  pengeluaran berdasarkan kebutuhannya seperti kebutuhan primer, sekunder maupun tersier.

#4 Pisahkan Rekening Tabungan dan Operasional

Cobalah pisahkan rekening yang digunakan untuk tabungan dan operasional rumah tangga. Dengan memisahkannya, maka pengeluaran dan pemasukan kamu tidak akan tercampur dan nantinya akan memudahkan kamu dalam memisahkan pos-pos anggaran sesuai kebutuhan.

#5 Melakukan Penghematan

Hemat disini bukan berarti harus pelit, tetapi kamu bisa melakukan pengeluaran dengan cara yang lebih efektif. Misalnya mengurangi makan di luar dengan memasak sendiri, mengurangi nonton ke bioskop dan menggantinya dengan langganan streaming film di rumah.

#6 Rencanakan Keuangan Masa Depan 

Tak hanya merencanakan keuangan yang sedang berlangsung, kamu juga harus merencanakan keuangan keluarga di masa depan. Selain menabung, coba lirik beberapa instrumen investasi yang dapat digunakan untuk biaya pendidikan anak hingga kesehatan keluarga.

#7 Jika Memiliki Cicilan

Saat sudah berumah tangga, tak dipungkiri kebutuhan semakin banyak. Untuk membeli barang atau kebutuhan dengan cicilan diperbolehkan asalkan kamu memiliki kemampuan membayar. Sebaiknya jumlah cicilan tak melebihi 30 persen dari penghasilan kamu dan gunakanlah untuk membeli kebutuhan produktif.

Untuk pinjaman uang online yang aman dan terpercaya  SingaID memiliki tenor cicilan yang bisa kamu pilih hingga 90 hari. Sehingga memudahkan kebutuhan kamu untuk  memenuhi keperluan keluarga.

Create your website with WordPress.com
Get started